Category Archives: Berkuda

Coban Rondo, air terjun coban rondo, wisata coban rondo, legenda coban rondo, coban rondo batu, malang, wisata di jawa timur, tempat wisata air terjun

Pesona Jejak Dewi Anjarwati

Di balik nama magis Coban Rondo, menurut cerita tutur, dahulu kala terdapat manten anyar (pengantin baru) mempelai wanita bernama Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi dan sang suami berasal dari Gunung Anjasmoro bernama Raden Baron Kusumo. Menginjak 36 hari pernikahan (dalam adata Jawa disebut selapan) sang mempelai wanita mengajak sang suami untuk berkunjung ke rumah mertua di Gunung Anjasmara.. Tak pelak hal yang tidak diinginkan pun terjadi, di tengah jalan keduanya dihadang Joko Lelono yang kesengsem dengan kecantikan Dewi Anjarwati. Perkelahianpun tak terelakan yang pada akhirnya membunuh keduanya, sesuai dengan pesan Raden Baron, Dewi Anjarwati bersembunyi di tempat yang terdapat di coban itu.

Batu yang terdapat di bawah air terjun, konon tempat Dewi Anjarwati meratapi nasibnya sebagai rondo teles, setelah ditinggal suami yang baru menikahinya. Menurut mitos yang berkembang, jika ada sepasang kekasih datang ke Coban Rondo akan segera putus kisah cintanya setelah bertandang. Sesuai dengan nama wisata air terjun ini Coban Rondo atau air terjun janda. Pasangan kekasih yang datang ke sana konon akan menjadi rondo alias janda alias jomblo.Silahkan anda dan pasangan membuktikan. Kalau aku, untungnya pas kesana tidak dengan pacar jadi gak bakalan rondo gitu hehe… Ketika di sana, aku tak henti-henti mengagumi air terjun dengan ketinggian 84 meter itu.

Menikmati Ramainya Coban Rondo
Dekatnya lokasi Coban Rondo dari tempatku tinggal di Jl Gajayana Kota Malang, membuat aku dan temanku memutuskan untuk berangkat di saat matahari mulai bergeser ke tengah. Kira-kira jam 10.30, kami berdua memutuskan untuk segera melihat pemandangan indah Coban Rondo. Aku ingin segera merasakan udara dingin yang menggigit di sana.

Beruntung perjalanan kami tidak diwarnai macet meski kami memilih hari Minggu untuk pergi ke wisata air terjun nan asri itu. Langit masih bersahabat untuk tidak menurunkan titik-titik air pada kami, karena biasanya, Kota Malang dan Batu tidak mengenal waktu untuk mengguyur penduduknya dengan curah hujan.

Memasuki Kota Batu, hawa dingin menyambut kami berdua. Aku yang pada saat itu tidak memakai jaket bisa merasakan sapaan dingin yang menusuk tulang dan persendian kakiku. Hawa dingin itu mulai menghilang seiring mataku yang terbuai pemandangan hijau, kuncup-kuncup bunga warna kuning di pinggir jalan di kawasan Payung sebagian sudah merekah. Dedaunan seolah dibalut embun abadi yang setia menyelimuti. Bunga-bunga itu menyambut kehadiranku, mereka seperti tersenyum. Temanku mulai memelankan motor yang kami kendarai,  lantaran ada beberapa aspal yang rusak, hingga jalan hanya bisa di lalui satu arah. Beberapa pengendara dari arah yang berlawanan menunggu giliran untuk melenjutkan perjalanan.

Deretan warung yang belekangan baru aku tahu adalah di kawasan payung berjajar menjajakan bakso, susu murni, berbagai lalapan dan jagung bakar. Sayang, kami sudah sarapan sebelumnya. Andai belum, mungkin kami akan bertandang untuk sekedar duduk menikmati Kota Batu dari ketinggian.

Memasuki wilayah wisata air terjun Coban Rondo, setelah membayar tiket, kami mulai memperlambat laju sepedah motor yang kami kendarai sembari menikmati tarian pohon pinus dan cemara. Sesampainya di lokasi, kami di suguhi seragam pedagang dengan menjajakan mulai makanan,maianan penutupkepala hingga syal.

Hanya saja, ramainya pengunjung justru mengusik rasa nyamanku untuk menikmati alam bebas dan panorama magis Coban Rondo, yang konon menyiratkan banyak misteri. Niatku untuk menjajakan kaki pada aliran dingin air terjun Coban Rondo terpaksa kami urungkan , lataran banyak anak bermain air di sana. Ah… semoga lain kali aku bisa kembali menyapa Coban Rondo yang sepi.

Gak Cuma Air Terjun

Legenda Coban Rondo

Legenda leluhur mengisahkan bahwa asal-usul Coban Rondo berasal dari kisah asmara sepasang pengantin yang baru saja melangsungkan pernikahan.

Mempelai perempuan bernama Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi yang menikah dengan Raden Baron Kusumo dari Gunung Anjosmoro. Setelah usia pernikahan mencapai 36 hari (selapan: bahasa jawa), Dewi Anjarwati menggajak suaminya berkunjung ke rumah mertuanya di Gunung Anjosomoro. Namun orang tua Dewi Anjarwati melarang kedua mempelai pergi karena masih masa selapan. Menurut tradisi adat jawa, pasangan yang baru menikah dilarang pergi jauh bila usia pernikahannya baru selapan. Tetapi, kedua mempelai bersikeras pergi dengan segala resiko apapun yang terjadi di perjalanan.

Ketika dalam tengah perjalanan, keduanya dikejutkan dengan hadirnya Joko Lelono yang tidak jelas asal-usulnya. Ternyata Joko Lelono terpikat dengan kecantikan Dewi Anjarwati, dan berusaha merebutnya. Akibatnya perkelahian antara Joko Lelono dan Raden Baron Kusumo tidak terhindarkan. Kepada para pembantunya Raden Baron Kusumo berpesan agar Dewi Anjarwati disembunyikan di suatu tempat yang terdapat air terjun (coban : bahasa jawa). Perkelahian berlangsung seru dan ternyata akhirnya kedua-duanya gugur. Akibatnya status Dewi Anjarwati menjadi (rondo : bahasa jawa). Sejak saat itulah coban atau air terjun tempat Dewi Anjarwati bersembunyi dikenal dengan Coban Rondo.

Konon batu besar di bawah air terjun merupakan tempat duduk sang puteri yang merenungi nasibnya.

Paket Program Coban Rondo

Progam Wisata Coban Rondo

Nama Program Price Min Pax Durasi
   Program Umum
 Outbound 3 Hari 1.000.000 30 3hr2mlm
 Outbound 2 Hari 550.000 30 2hr1mlm
 Outbound Team Building 150.000 30 6 jam
 Outbound Gathering 100.000 30 4 jam
 Outbound Pelajar 100.000 30 6 jam
   Program Anak
 Outbound Kid/CARE 100.000 30 4 jam
 Sahabat Desa 100.000 30 3 jam
 Sahabat Petani 75.000 30 3 jam
 Sahabat Peternak 75.000 30 3 jam
 PLH 65.000 30 4 jam
 Toga 50.000 30 3 jam
  Program Kemandirian & Keluarga
 Petik Apel 25.000 20 1 jam
   Program Petualangan
 Paragliding 375.000 1 1 jam
 Airsoft Gun 150.000 20 2 jam
 PaintBall 150.000 20 2 – 3 jam
 Rafting 175.000 5 2,5 jam
 Jungle Trekking 75.000 30 3 jam
 Wet Trekking 85.000 30 3 jam

Adventure dan Outbond